UMK — Universitas Muria Kudus (UMK) melalui Bidang Kemahasiswaan menyelenggarakan kegiatan Monitoring & Evaluasi (Monev) bagi Penerima Beasiswa Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 yang dirangkaikan dengan Penyerahan Dana Beasiswa dan Apresiasi Universitas Muria Kudus Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai di Gedung Auditorium UMK, Rabu (14/01/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh para penerima beasiswa KIP, BI, Djarum Foundation, Hafidz, Prestasi Olahraga, Akademik, dan Seni, serta melibatkan pimpinan universitas, Wakil Dekan III di lingkungan UMK, BAAK, dan para pembina beasiswa. Agenda ini menjadi bagian dari komitmen UMK dalam memastikan keberlangsungan program beasiswa yang berkualitas, akuntabel, dan berdampak positif bagi pengembangan mahasiswa.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMK, Prof. Dr. Ir. Sugeng Slamet, S.T., M.T., IPM, dalam sambutannya menegaskan, beasiswa bukan sekadar bantuan finansial, melainkan amanah yang harus diiringi dengan tanggung jawab, kedisiplinan, dan kontribusi nyata mahasiswa.
“Mahasiswa penerima beasiswa harus menjadi pioner dan teladan, baik dalam prestasi akademik maupun keterlibatan aktif di bidang kemahasiswaan. UMK mendorong agar mahasiswa beasiswa aktif dalam organisasi, Unit Kegiatan Mahasiswa, serta kompetisi di tingkat regional, nasional, hingga internasional,” tegas Prof. Sugeng Slamet.
Lebih lanjut, Prof. Sugeng menjelaskan, pembinaan kemahasiswaan di UMK diarahkan pada tujuh pilar utama, meliputi penalaran dan kreativitas, minat dan bakat, kesejahteraan mahasiswa, kewirausahaan, internasionalisasi, penguatan karakter dan spiritualitas, serta kealumnian. Seluruh pilar tersebut dirancang untuk memupuk potensi mahasiswa agar mampu bertransformasi menjadi prestasi yang membanggakan.
Dalam sesi Monitoring dan Evaluasi, UMK melakukan pemantauan terhadap perkembangan akademik, keaktifan organisasi, serta partisipasi mahasiswa penerima beasiswa dalam berbagai ajang kompetisi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas lulusan dan daya saing mahasiswa UMK di era global.
“Melalui monitoring dan evaluasi ini, kami ingin memastikan bahwa mahasiswa penerima beasiswa benar-benar berkembang, berkarakter kuat, serta siap menghadapi tantangan global dan kemajuan teknologi. UMK juga menegaskan komitmennya untuk menolak dan tidak mentolerir segala bentuk perilaku menyimpang,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menjadi momentum pemberian apresiasi kepada mahasiswa berprestasi atas capaian akademik dan nonakademik yang telah diraih. UMK berharap apresiasi tersebut dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, berkompetisi, dan mengharumkan nama universitas. (Humas-UMK)

